Kamis, 28 April 2011

BAB 8. BUDAYA (CHAPTER 8. PRACTICE)

Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarakat.
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard sikap dan perilaku yang dipengaruhi oleh budaya adalah sebagai berikut:
1.    Kesadaran diri dan ruang
2.    Komunikasi dan bahasa
3.    Pakaian dan penampilan
4.    Makanan dan kebiasaan makan
5.    Waktu dan kesadaran akan waktu
6.    Hubungan keluarga, organisasi dan lembaga pemerintah
7.    Nilai dan norma
8.    Kepercayaan dan sikap
9.    Proses mental dan belajar
10.  Kebiasaan kerja
Unsur Budaya
·      Nilai (Value) adalah kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat. Contoh nilai orang Indonesia, yaitu laki-laki adalah kepala rumah tangga, menghormati orang tua dan orang yang lebih tua, hamil di luar nikah adalah aib.
Di dalam masyarakat, nilai dapat berubah dan mempengaruhi konsumsi masyarakat. Contohnya dapat dilihat dari tabel berikut:
Nilai yang Berubah
Pengaruh Terhadap Konsumsi
Banyak anak banyak rejeki, berubah menjadi keluarga kecil bahagia dan sejahtera (KB)
Permintaan kontrasepsi meningkat, dan konsumsi pakaian menurun
Sekarang wanita yang memakai jilbab lebih banyak dibandingkan sebelumnya
Kebutuhan akan pakaian muslimah meningkat
Semakin banyak wanita yang bekerja di luar rumah
Kebutuhan pakaian kerja, trasnportasi, dan alat kosmetik meningkat
Wanita diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan
Permintaan pakaian dan peralatan sekolah meningkat

·      Norma (Norm) adalah aturan masyarakat tentang sikap baik dan buruk tindakan yang boleh dan tidak boleh. Norma terbagi menjadi dua, yaitu enacted norm seperti peraturan undang-undang dan cresive norm (norma yang ada dalam budaya). Cresive norm terdiri dari kebiasaan (customs), larangan (mores), dan konvensi (conventions).
Kebiasaan (customs) adalah berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara nyata. Contoh: Sekaten atau upacara menyambut Maulid Nabi Muhammad di Jawa Tengah dapat meningkatkan pembelian sembako dan bahan-bahan hiasan lainnya.
Larangan (mores) adalah bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Contoh: anak gadis tidak boleh duduk di depan pintu dan tangga, alasannya nanti akan terjadi sesuatu yang buruk dan susah mendapat jodoh.
Konvensi (conventions) menggambarkan anjuran atau kebiasaan bagaimana seseorang harus bertindak sehari-hari. Contohnya: makan bubur dengan sambal, minum teh atau kopi dengan gula.
·      Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat. Contoh: mitos mengenai raja-raja dan mitos mengenai wali songo.
·      Simbol adalah segala sesuatu baik benda, nama, warna, konsep yang memiliki arti penting lainnya atau makna budaya. Contoh: bendera kuning sebagai simbol orang yang meninggal, Toyota dengan Kijang-nya, dan Isuzu dengan Panther-nya.
Pengaruh Budaya Terhadap Periaku Konsumen
            Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Banyak produsen produk atau jasa yang memanfaatkan budaya dalam strategi pemasarannya. Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberi isnpirasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Contoh: Jamu tradisional yang berasal dari tumbuhan alami (Sido Muncul, Jamu Jago), dan Mie instan yang beraneka rasa sesuai daerahnya.



ummarized by Rohadi (majoring in Department of Community Nutrition, College of Human Ecology, Bogor Agricultural University)

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behaviour : Theory and Application in Marketing)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar